Pesan Moral dari Film Cruella: Jadi Diri Sendiri itu Butuh Keberanian


Film live-action Cruella sempat tayang di bioskop beberapa waktu silam. Diperankan oleh Emma Stone, Cruella menceritakan awal mula kehidupan dari tokoh antagonis dalam serial animasi Dalmation. Bukan sekedar film adaptasi biasa, Disney merubah Cruella menjadi lebih modern dan relevan bagi kaum muda di masa sekarang.

Resiko jadi diri sendiri, udah pasti bakal dibenci yang lain.

Dikenal sebagai tokoh antagonis paling modis, Cruella terlahir berbeda dari anak lain. Nggak cuma warna rambut yang nyentrik, tapi juga kelakuan dan kreativitas yang kelewat batas. Tidak semua orang bisa menerima perbedaan Cruella. Ada saja yang mem-bully nya di sekolah, bahkan guru-guru juga ikut kesulitan menerima keunikannya.

Sulit dapat kesempatan karena banyak yang sirik.

Setelah mendapat kesempatan bekerja di butik fashion ternama di London, Cruella malah disuruh membersihkan toilet. Padahal, dia punya bakat lebih dari sekedar jadi janitor. Sudah bukan rahasia jika Cruella pandai merancang busana, dan dia punya passion yang membara di bidang tersebut. Namun, atasan Cruella selalu menghindarinya, tak mau memberi kesempatan dan meragukan kemampuannya hanya karena gaya yang nyentrik. Tapi, untung aja Cruella nggak menyerah. Dia membuktikan kalau dia bisa menata etalase lebih baik daripada atasannya. Akhirnya, Cruella pun diajak bekerja di tempat Baroness, seorang perancang busana ternama.


Jadi diri sendiri perlu keberanian BESAR.

Saat Cruella menyadari bakatnya dimanfaatkan oleh atasan barunya. Cruella sadar, sudah waktunya dia membuktikan kemampuan dan kreativitasnya. Membuktikan dirinya juga butuh modal keberanian yang nggak main-main. Cruella sampai harus membunuh identitas yang diberikan ibunya agar dia bisa membaur dengan orang lainnya. Dan karena Cruella tidak berasal dari keluarga kaya raya, dia harus berani melakukan atraksi gila-gilaan demi mencuri perhatian media.


Jadi diri sendiri perlu lingkungan suportif.

Untung saja Cruella memiliki dua sahabat setia yang menerima keunikannya dan selalu bersedia membantunya. Kedua sahabat Cruella itu adalah Jasper dan Horace. Persahabatan mereka menjadi kekuatan terbesar saat Cruella menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Jasper dan Horace siap membawa Cruella kembali menjadi dirinya sendiri lagi.

Jadi diri sendiri dimulai dari berdamai dengan sisi gelap.

Setiap orang pasti punya kekurangan dan kelebihan, dan Cruella pun memiliki sisi gelap dan sisi baik. Hanya setelah Cruella berdamai dengan kebenaran atas jati dirinya, dia mampu memanfaatkan sisi gelap dan keunikannya untuk melakukan kebaikan. 


Walau pun Cruella merupakan film adaptasi live-action ke-2 dari Disney, mereka benar-benar memanfaatkan momen ini untuk menceritakan kembali kisah seorang tokoh antagonis dengan balutan modernisme dan menyertakan sebuah pesan moral yang baik, terutama di masa sekarang, saat menjadi diri sendiri menjadi sebuah tantangan besar, saat era komunikasi mulai berkembang dan opini orang lain jadi lebih mudah didengar dari sebelumnya.

Mengutip dari pemeran Cruella sendiri, Emma Stone dalam sebuah wawancara mengungkapkan, “dari kisahnya kita bisa melihat bagaimana seseorang terbentuk karena pengalaman masa lalu yang mereka alami, dan bagaimana mereka bisa memilih, hancur saat dihadapkan pada tekanan, atau memilih bangkit.”
Tess Wibisono

Hello there, I’m a multidisciplinary artist; I write, draw, and design things. I study Japanese literature, humanities and creative robotics. instagram email

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.