Arti Lagu Sincerity is Scary oleh The 1975: Postmodernisme


Lagu “Sincerity is Scary” oleh The 1975 memiliki makna yang dalam. Lirik lagu ini ditulis oleh Matty Healy (vokalis) mengomentari budaya post-modernisme dan selera humor generasi masa kini.

Untuk mengetahui arti lagu ini, mari kita bedah dan terjemahkan satu-satu liriknya:

Terjemahan Lagu “Sincerity is Scary” oleh The 1975

And irony's okay, I suppose
Culture is to blame
You try and mask your pain in the most postmodern way
You lack substance when you say
Something like, "Oh, what a shame"

Ironi tidak apa-apa, sepertinya
Budaya yang perlu disalahkan
Kau coba dan tutupi rasa sakitmu dengan cara paling postmodern
Kau tak berisi saat kau berkata
Sesuatu seperti “oh, betapa memalukan”

It's just a self-referential way
That stops you having to be human
I'm assuming you'll balloon
When you remove the dirty spoon
And start consuming like a human
That's what I am assuming

Ini hanya cara mereferensikan diri sendiri
Yang menghentikanmu menjadi manusia
Aku berasumsi kamu balon
Ketika kamu menanggalkan sendok kotor
Dan mulai mengonsumsi seperti manusia
Itu yang aku asumsikan

I'm sure that you're not just another girl
I'm sure that you're gonna say that that was sexist
I feel like you're running out
Of all the things I liked you for

Aku yakin kau tak seperti perempuan lain
Aku yakin kau akan berkata itu sexist
Aku merasa sepertinya kau telah habis
Oleh hal-hal yang aku sukai darimu

Why can't we be friends when we are lovers?
'Cause it always ends with us hating each other
Instead of calling me out, you should be pulling me in
I've just got one more thing to say

Kenapa kita tak bisa jadi teman saat kita mencintai?
Karena ini selalu berakhir kita membenci satu sama lain
Daripada saling menuduh, kau seharusnya membawaku masuk
Aku hanya punya satu hal lagi untuk diucapkan

And why would you believe you could control how you're perceived
When at your best, you're intermediately versed in your own feelings?
Keep on putting off conceiving
It's only you that you're deceiving
Oh, don't have a child, don't cramp your style, I'll leave it

Dan entah kenapa kau berpikir bisa mengendalikan persepsi tentang dirimu
Kapan dalam kondisi terbaikmu, kamu mengalami perasaanmu sendiri?
Teruslah menunda pembuahan (kehamilan)
Hanya kau yang kau bohongi
Oh, jangan punya anak, jangan mati gaya-mu, akan ku tinggalkan

I'm just pissed off because you pied me off
After your show when you let go of my hand
In front of some sket who wanted bit on your
Nah, I'm just messing

Aku hanya kesal karena kau membuatku kesal
Setelah kau menunjukan caramu melepaskan tanganku
Di hadapan beberapa sketsa (candaan) yang ingin mengigitmu
Tidak, aku hanya main-main


Arti lagu “Sincerity is Scary” oleh The 1975



Generasi Z atau generasi yang sering disebut generasi paling rapuh seperti strawberry yang mudah busuk dan rusak, sering menggunakan lelucon ironis untuk menghindari komitmen dan rasa sakit

And irony's okay, I suppose
Culture is to blame

Fenomena post-modernisme ini muncul tak hanya di kehidupan sehari-hari tapi juga gaya film masa kini, misalnya film-film Marvel setelah Avengers: End Game. Bahkan, pesan dibalik film “Don’t Look Up” juga sekiranya menyentil fenomena ini dengan memberikan pertanyaan, “apa kita tetap akan lari dari tanggungjawab saat kiamat datang?”

It's just a self-referential way
That stops you having to be human

Kebiasaan tidak serius yang ditunjukan dalam budaya post-modernisme dianggap sebagai coping mechanism atau strategi pertahanan (secara psikis) untuk menghindari komitmen, menjadi diri sendiri, melindungi perasaan dari kritik, atau berada di posisi yang disalahkan. 


Bahasa sederhananya, fenomena irony atau ironis dalam budaya post-modernisme ini adalah usaha untuk menghindari tanggungjawab kita sebagai manusia dan bagian demokrasi.

You try and mask your pain in the most postmodern way

Maka tidak heran jika fenomena ini membuat banyak orang yang sadar (belum pingsan) melihat konsekuensi dan efek jangka panjang dari sifat “jangan serius-serius amat” yang terjadi di sekitar kita.

Sebagaimana diungkapkan oleh lirik “Sincerity is Scary” salah satu dampak yang kini terlihat saat ini, kita cenderung mengingkari perasaan kita sendiri, walau pun kita tahu apa yang sedang kita rasakan.

When at your best, you're intermediately versed in your own feelings?

Lalu, karena takut pada komitmen dan takut dikritik, pada akhirnya, kita jadi orang-orang kosong yang kehilangan hal-hal unik tentang diri kita.

I feel like you're running out
Of all the things I liked you for

Serta kehilangan kebebasan untuk memiliki opini dan berpendapat secara mandiri, dan lebih memilih apa yang dikatakan orang lain, media, pokok-nya mudah dipengaruhi dan digiring opininya.

Oh, don't have a child, don't cramp your style, I'll leave it

Jadi kurang lebih seperti itulah arti dari lagu “Sincerity is Scary” oleh band The 1975 yang rupanya sangat dalam dan bisa dibongkar satu demi satu jika ada waktu––eh, tapi emangnya kita masih punya waktu buat hal-hal berat dan sulit?


Tess Wibisono

Hello there, I’m a multidisciplinary artist; I write, draw, and design things. I study Japanese literature, humanities and creative robotics. instagram email

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.