Gimana cara bikin Indonesia suka baca buku?



Moonhill Indonesia (moonhill.id) - Berawal dari orbrolan bareng temen, muncul sebuah pertanyaan, “gimana ya caranya bikin Indonesia suka baca buku?” 

Soalnya, makin ke sini, kok makin banyak toko buku di Indonesia yang tutup dan bangkrut. Contoh aja Toko Buku Gunung Agung yang udah lama berkiprah di pasar buku Indonesia, akhirnya gulung tikar di 2022-2023. Sedih juga ya


Maka, dalam tulisan kali ini, kita akan eksplor sama-sama, kira-kira solusi apa aja yang bisa bikin Indonesia suka baca buku? Soalnya, menurut penelitian UNESCO, minat baca Indonesia ini kalah sama tingkat keampuhan shampoo anti ketombe loh! Minat baca orang Indonesia itu cuma 0,001% artinya, dari 1000 orang, hanya 1 orang aja yg suka baca buku.

Nah, karena Indonesia sekarang lagi darurat membaca, mari kita diskusi sama-sama tentang gimana cara bikin Indonesia suka baca buku!

5 Alasan orang Indonesia malas baca buku

Mari kita mulai dulu dengan “alasan-alasan” yang bikin orang Indonesia malas membaca atau gak suka baca buku.

Menurut hasil pencarian web yang kami lakukan, ada beberapa alasan kenapa orang Indonesia gak suka membaca, antara lain:

1. Faktor tradisi lisan: Masyarakat Indonesia lebih dekat dengan tradisi lisan, yang melibatkan banyak cerita seperti dongeng dan lain-lain. Hal ini membuat mereka kurang terbiasa dengan budaya membaca, yang lebih menekankan pada teks tertulis¹².

2. Budaya sekolah: Di sekolah-sekolah Indonesia, membaca hanya dianggap sebagai kewajiban untuk kebutuhan akademik saja. Membaca sering dianggap sebagai perilaku yang tidak biasa atau tidak penting oleh banyak orang. Bahkan, ada perundungan terhadap siswa yang gemar membaca².

3. Persaingan dari media lain: Indonesia adalah pengguna media sosial, streaming TV/film, dan game online yang paling tinggi di dunia. Bentuk-bentuk media ini lebih interaktif dan visual daripada buku, yang membutuhkan tingkat fokus, konsentrasi, dan keterlibatan aktif yang lebih besar. Teknologi ini sering kali mengurangi minat baca².

4. Kurangnya akses bacaan: Berdasarkan data UNESCO, hanya 61% sekolah dasar di Indonesia memiliki perpustakaan, dan dari jumlah tersebut, hanya 31% yang berada dalam kondisi baik. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan tidak menjadi prioritas di sekolah. Selain itu, akses bacaan juga terbatas bagi masyarakat di daerah terpencil³⁴.

5. Buruknya kualitas buku yang tersedia: Buku-buku yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk sekolah-sekolah pada umumnya tidak menarik, terlalu formal, dan ditulis dengan buruk. Hal ini memberikan persepsi negatif kepada siswa tentang buku sejak usia muda².


Teman-teman boleh menambahkan alasan lain yang mungkin tidak tercantum dalam daftar di atas. Selamat berdiskusi! :D


Sumber-sumber:
(1) Mengapa Orang Indonesia (Masih) "Malas" Membaca? - Kompas.com. https://www.kompas.com/tren/read/2023/05/12/102854565/mengapa-orang-indonesia-masih-malas-membaca.
(2) 6 Alasan Mengapa Minat Baca Masyarakat Indonesia Masih Rendah - Tirto.ID. https://tirto.id/6-alasan-mengapa-minat-baca-masyarakat-indonesia-masih-rendah-gCNE.
(3) Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga Jadi Penyebab. https://bing.com/search?q=Kenapa+orang+Indonesia+tidak+suka+membaca%3f.
(4) Literasi Baca Indonesia Rendah, Akses Baca Diduga Jadi Penyebab. https://edukasi.kompas.com/read/2019/06/23/07015701/literasi-baca-indonesia-rendah-akses-baca-diduga-jadi-penyebab.
(5) Kenapa Sih Orang Indonesia Malas Baca? - Warta Ekonomi. https://wartaekonomi.co.id/read350817/kenapa-sih-orang-indonesia-malas-baca.





Katia Putri

Been publishing novels since 2014.

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama
Pengunjung situs blog ini diangap telah membaca dan setuju dengan disclaimer konten kami.

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.