Drama Snowdrop Lagi-lagi Diprotes, Ada Apa? Mari, Simak Penjelasannya!

Drama Snowdrop Lagi-lagi Diprotes, Ada Apa? Mari, Simak Penjelasannya!

Snowdrop, drama televisi asal Korea Selatan yang dibintangi oleh salah satu member BLACKPINK, Jisoo Kim, lagi-lagi menuai kontroversi dan protes. Sebelum perilisannya, Snowdrop dan stasiun tv yang akan menayangkan drama ini, JTBC, menjadi topik pembicaraan panas, lantaran sinopsis yang dikkeluarkan di website resminya, membuat sebagian besar warga KorSel mengira adanya intensi distorsi sejarah dari penulis dan sutradara.

Berita dan update terpercaya seputar BLACKPINK, Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa, hanya ada di MOONHILL Indonesia. 


Konflik Politik yang Jadi Latar Drama Snowdrop

Informasi ini sedikit banyak kami dapatkan dari video Hansol Jang (Korea Reomit) di YouTube yang sempat menjelaskan kenapa warga KorSel cukup concern begitu membaca sinopsis Snowdrop di situs resmi JTBC. Memang apa sih isi sinopsisnya?

Sinopsisnya kurang lebih seperti ini; Snowdrop mengisahkan tentang masa di tahun 1987 ketika gas air mata meledak dan mengakibatkan seorang laki-laki terluka parah lalu melompat ke asrama perguruan tinggi wanita. Seorang mahasiswa merawat laki-laki tersebut yang ternyata  mata-mata dari Korea Utara.

Dulu di Korea Selatan sempat terjadi masa-masa diktator, dimana seorang presiden menjabat lebih lama dari waktu yang seharusnya. Para mahasiswa yang menuntut ilmu, lama kelamaan menyadari bahwa ideologi negara mereka cukup problematik. Sehingga, para mahasiswa pun mekukan demo untuk menjadikan Korea negara yang demokratis. Persis seperti kerusuhan yang pernah terjadi di Indonesia pada Mei 1998, sebagaimana banyak mahasiswa di Indonesia yang dibunuh dan disiksa pada waktu itu, banyak juga mahasiswa di Korea yang ikut dalam demo 1987 yang ditangkap dan disiksa, bahkan dituduh sebagai pengikut ideologi komunis.

Konflik Politik yang Jadi Latar Drama Snowdrop
Yonsei University, September 1987 / The New York Times

Sampai saat ini, banyak orang yang masih berkabung atas apa yang terjadi pada para mahasiswa yang sudah berjuang agar Korea Selatan seperti sekarang. Mereka dianggap sebagai pahlawan oleh warga KorSel, dan wajar saja jika warga KorSel merasa khawatir, kalau sinopsis dari drama tersebut akan menimbulkan kesalahpahaman, dan membuat orang yang kurang pemahaman akan sejarah negara mereka mengira, jika mahasiswa yang ikut berdemo memang ada kaitannya dengan komunisme (seperti yang dituduhkan oleh pemerintah saat itu) dan dikira ada hubungan juga dengan mata-mata Korea Utara.

Akibat kekhawatiran itu, warga KorSel sempat membuat petisi yang ditandatangani oleh 210.000 orang, hingga mau tidak mau Istana Negara perlu memberikan tanggapan.


Diizinkan Tayang, Namun Tetap Dalam Pengawasan

Seperti berusaha untuk tetap menghargai kebebasan berekspresi, pemerintah KorSel mengizinkan drama Snowdrop tayang, namun tetap dalam pengawasan. Pihak yang membuat dan menulis drama ini pun meyakinkan bahwa cerita Young-cho (Jisoo) dan SooHo (Jung Hae-in) tidak terkait secara langsung dengan gerakan demo di 1987, dan drama tersebut tidak bergenre sejarah, melainkan romance.

Pihak televisi pun mencoba menenangkan kekhawatiran warga Korea dengan mengganti nama tokoh yang diperankan Jisoo, dari Young-cho menjadi Young-ro, karena ada salah satu demonstran 1987 bernama Young-cho. Ia masih hidup sampai sekarang, dan berkabung atas suaminya yang meninggal akibat siksaan dari aparat keamanan pada masa itu.

Drama Snowdrop Lagi-lagi Diprotes, Ada Apa? Mari, Simak Penjelasannya!
Hae-in dan Jisoo, dua pemeran utama Snowdrop / Disney+

Fans BLACKPINK banyak yang merasa bahwa usaha untuk membatalkan tayangan Snowdrop berasal dari sentimen negatif warga KorSel akan kesuksesan Jisoo BLACPINK, padahal yang terjadi justru sebaliknya, karena Jisoo dan BLACKPINK telah dikenal secara global, warga KorSel tidak ingin ketenaran tersebut jadi katalis akan kesalahpahaman dan ditunggani oleh usaha mendistorsi sejarah dari si penulis atau pembuat acara drama Snowdrop. Mengingat, Jisoo memiliki banyak sekali fans di luar Korea, yang kemungkinan besar, kurang peka atau paham soal sejarah negara mereka.

ADA SPOILER di bagian selanjutnya. Mohon beralih, jika kamu belum menonton dan tidak ingin mendapat bocoran cerita Snowdrop


Kekhawatiran Masih Berlanjut Setelah 2 Episode Awal, Tayang

Setelah 2 Episode awal Snowdrop tayang di Disney+ dan situs resmi JTBC, warga KorSel merasa kekhawatiran mereka benar terjadi. Dalam episode ke-2, karakter yang diperankan Jisoo, Young-ro, memang (dengan polosnya) meyakini bahwa SooHo (Hae-in) adalah salah satu mahasiswa yang mengikuti demo. Bahkan Young-ro menggunakan keyakinannya itu untuk membuat teman-teman sekamarnya ikut membantu SooHo bersembunyi dari kejaran polisi.

Drama Snowdrop Lagi-lagi Diprotes, Ada Apa? Mari, Simak Penjelasannya!
Poster terbaru Snowdrop / Disney+

Namun, sebenarnya, dari sisi penonton, kita sudah diperlihatkan bahwa SooHo, karakter yang diperankan oleh Hae-in tidak ada hubungannya dengan para demonstran. Dia hanya kebetulan berlari melewati pada pendemo, dan memanjat masuk ke asrama putri di saat yang bersamaan dengan dibubarkannya aksi demo oleh polisi. Dari kebetulan itulah, maka tidak heran jika Young-ro mengira SooHo adalah salah satu dari pendemo. Mengingat, dalam episode pertama, Young-ro sempat bercerita kalau kakaknya pernah ditangkap akibat ikut berdemo. Young-ro dan teman-temannya pun sulit percaya pada polisi yang mengejar SooHo, saat mereka mengatakan bahwa SooHo adalah mata-mata Korea Utara, sebab ucapan yang sama juga dilontarkan pada mahasiswa yang berdemo di masa itu.


Akankah Kekhawatiran Ini Reda?

Sayangnya kekhawatiran warga KorSel pada Snowdrop tidak akan mereda, dan mungkin akan terus berlanjut untuk waktu yang cukup lama. Banyak sponsor yang menarik dukungan mereka atas Snowdrop, karena takut konsumen akan memboikot produk mereka juga.

Meski pun belum ada lulusan sastra Korea atau ahli sejarah Korea yang bergabung di Moonhill sejauh ini, dari menonton filmnya saja kami bisa memahami alur cerita (yang sejauh ini) tidak seperi yang dikhawatirkan oleh warga Korea Selatan. Tentunya, jika memang yang mereka takutkan adalah penerimaan orang dari luar Korea atas sejarah mereka. Justru, kami melihat bahwa konflik utamanya TIDAK terletak pada latar isu politik, sebagaimana dijanjikan pembuat drama Snowdrop. Melainkan, konflik itu ada dalam hubungan antar SooHo dan Young-ro, yang pasti akan jadi sangat rumit. Sebab SooHo memiliki adik di Korea Utara, ditambah tanggungjawab pada negara yang mesti ia jalankan. Sementara, Young-ro pun memiliki kakak, nenek, dan teman-teman di Korea Selatan. Di sini lah konflik itu mulai berwujud; perbedaan tempat asal antara dua karakter ini akan menjadi penghalang terbesar untuk mereka bisa bersama.

Demi meluruskan miskonsepsi, pihak JTBC merilis episode 3-5 Snowdrop lebih awal dari jadwal.

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama




Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.