Mechanical Keyboard - Menjawab Pertanyaan Umum dari Orang Awam

Mechanical Keyboard

Sebetulnya aku bukan ahli Mechanical Keyboard, tapi ga sedikit aku dapat pertanyaan dari teman-teman tentang Mechanical Keyboard, mulai dari saran memilih layout yang tepat, merek yang bagus, rekomendasi produk atau layout dan lain sebagainya.

Buat menjawab semua pertanyaan umum yang sering diajukan seputar Mechanical Keyboard, aku buatkan saja sebuah artikel FAQ yang bisa dishare dan ditemukan siapa pun with the power of Google. Kalau ada yang kurang dari jawabanku, atau ada pertanyaan yang ga ada di artikel ini, boleh ditambahkan lewat kolom komentar yah!


Q: Apa beda Mechanical Keyboard dengan keyboard biasa di luar sana?

A: Bedanya Mechanical Keyboard dari keyboard lain yang dijual di pasaran adalah penggunaan “switch” atau sakelar di bawah tombol. Jadi bukan Nintendo Switch ya, tapi “switch” as in “sakelar”, contohnya di gambar berikut ini;

Yang dilingkari itu namanya “switch” atau sakelar.

Switch terdiri dari beberapa bagian yang bergerak (mekanik), batang “stem” yang berada di dalam kotak plastik dan ditahan oleh pegas (per). Susah banget jelasinnya pakai Bahasa Indonesia ya.. Tapi, lihat aja anatomi switch di bawah ini;


Mungkin, yang dimaksud dengan “keyboard biasa” itu adalah Membrane Keyboard. Sakelar Membrane Keyboard tidak seperti “switch” Mechanical Keyboard. Bagian bawah tombol langsung memencet “dome” atau membrane dan input dihantarkan ke PCB. Jadi dari segi produksi, lebih sedikit “parts” yang perlu dibuat, sehingga harganya pun jauh lebih murah dibandingkan Mechanical Keyboard.


Q: Apa keunggulan Mechanical Keyboard?

A: Setelah tahu perbedaan dasar antara Mechanical Keyboard dan Membrane Keyboard, secara teori, Mechanical Keyboard jauh lebih awet dibandingkan Membrane Keyboard. Kok bisa? Ya, karena mekanisme Mechanical Keyboard jauh lebih mudah diperbaiki per tombol ketimbang Membrane. Jika satu tombol rusak di Mechanical, kita tinggal ganti switch nya saja. Sementara, kalau satu tombol ga fungsi di Membrane, kita perlu ganti satu keyboardnya sekaligus.

Contoh keyboard yang di-custom luar dalam.

Nah, karena itu juga, Mechanical Keyboard bisa di-custom sesuka hati. Mulai dari ganti keycaps (tombol-tombol keyboard) sesuai warna dan kesukaan kita, sampai memodifikasi bagian dalam keyboard supaya suaranya enak. Tapi, masalah suara nanti aku bahas di tulisan lain. Intinya, ga ada batas custom untuk sebuah Mechanical Keyboard. Semua jenis, macam dan ragamnya udah ada. Tinggal pilih aja, suka yang mana dan keyboard "enak" buat ngetik versi kamu kayak gimana.


Q: Apa kekurangan Mechanical Keyboard?

A: Kekurangan paling terasa di isi kantong. Semurah-murahnya Mechanical Keyboard, pasti harganya akan berkisar diatas 400ribu sampai ga terhingga. Seseorang bisa beli keyboard barebone (mesin dan casing aja) tapi kalau udah ditambah switch, lalu keycaps, kemudian modding bagian dalam keyboard, sampai akhirnya jadi enak dipakai, ujung-ujungnya mahal.

Membrane Keyboard harganya jauh lebih murah. Balik lagi, karena parts-nya pun ga sebanyak Mechanical. Karena terbilang mahal, bisa dibilang hobi yang satu ini ga buat semua orang.

Q: Mechanical Keyboard, hobi yang cocok buat siapa?

A: Hobi ini bisa untuk siapa pun yang suka dengan keyboard. Mungkin orang yang ga banyak ngetik sekali pun bakal suka di hobi ini karena punya ketertarikan pada elektronik. Mungkin juga, ada orang yang menemukan Mechanical Keyboard itu menarik, karena bisa di-custom tanpa batas. Jadi ga ada satu keyboard yang sama dengan yang lain.


Menurut aku pribadi, hobi Mechanical Keyboard menggabungkan beberapa skill, seperti keterampilan, selera, dan teknis. Ya, bisa jadi menarik buat banyak orang. Tapi paling banyak penggiat hobi ini emang suka ngetik, banyak ngetik, atau pekerjaannya selalu memerlukan keyboard yang bisa diandalkan sekaligus nyaman digunakan.

Ga semua orang punya waktu buat ngotak-ngatik keyboard juga. Ditambah lagi, kalau ikutan "group buy" (semacam grup Pre-Order) kadang keyboardnya baru datang 1 tahun bahkan 2 tahun kemudian. Aku pribadi, ga pernah ikutan group buy karena lebih suka keyboard lokal yang udah bagus-bagus, atau produk Akko yang bisa didapat di Indonesia.

Sumber foto Columbus Dispatch, Keyboard Kinship

Akhir kata...

Semoga jawaban kali ini cukup untuk menjawab pertanyaan yang sering aku dapatkan dari teman-teman awam soal hobi ini. Di blog pribadi, aku punya beberapa tulisan mengenai Mechanical Keyboard, mampir aja kalau kamu tertarik;
Aku ga berencana menulis ulang semuanya di Moonhill. Jadi, kalau penasaran tentang hobi ini, bisa ceki-ceki aja sendiri di sana ya. Jika ada pertanyaan lain, sampaikan di kolom komentar :)
Tess Wibisono

Hello there, I’m a multidisciplinary artist; I write, draw, and design things. I study Japanese literature, humanities and creative robotics. instagram email

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.