Menghadapi duka kehilangan orang paling disayang - Good Grief



Moonhill Indonesia (moonhill.id) - GOOD GRIEF adalah film original Netflix yang tayang awal 2024, ditulis dan disutradarai oleh Dan Levy. 

Kalau kalian sadar, Dan Levy biasanya dikenal sebagai aktor asal Kanada yang sudah sering kelihatan di film-film dan series asal Amerika. Dikutip dari Netflix: Behind The Streams di YouTube, film GOOD GRIEF ini adalah debut perdana dari Dan Levy.

Cerita film GOOD GRIEF berpusat pada seorang seniman, Marc (Dan Levy), yang berduka atas kepergian suaminya, Oliver (Luke Evans), seorang penulis terkenal, akibat kecelakaan lalu lintas. Dalam proses berduka, Marc ditemani oleh dua sahabatnya, diperankan oleh Ruth Negga dan Himesh Patel.



Yang bagus dari film ini adalah pesan yang berusaha dibawakan ke penonton. Mungkin secara halus menceritakan bagaimana kita, sebagai manusia, tidak pernah terbiasa dengan emosi kesedihan. Kemudian ada pula beberapa kutipan dari dialog dalam film yang “quoteable” karena relateable dan puitis.

Tapi, apakah film ini bebas dari dosa? Tentu saja tidak bebas dari dosa-dosa.

GOOD GRIEF punya masalah yang sering muncul dalam film-film yang ditulis, disutradari, dan diperankan oleh sineas LGBTQ+. Dalam dunia yang dibuat oleh Dan Levy, semua tokoh, atau setidaknya mayoritas dari tokoh-tokoh dalam film ini, beridentitas LGBTQ+. 

Mulai dari tokoh teman, tokoh pendukung, sampai figuran di dalam film ini, seolah-olah mereka mendominasi populasi. Satu-satunya tokoh heterosexual dalam film ini hanya sahabat Marc yang diperankan oleh Ruth Negga.

Agaknya hal itu berlawanan dari usaha Dan Levy yang ingin menggambarkan “duka” dengan sangat realistis, tetapi gagal merepresentasikan realita dimana tidak semua orang beridentitas / bagian dari komunitas LGBTQ+.

Secara keseluruhan, GOOD GRIEF belum menjadi film yang sukses, dari segi penceritaan, walau berusaha menghadirkan kisah yang baru dan segar untuk penontonnya. Tetapi, jika saja kisah GOOD GRIEF ditulis secara mendetail dan diterbitkan dalam format novel, bisa jadi cerita dari Dan Levy ini akan lebih bersinar dan mungkin menjadi best seller.

Apakah film ini worth it untuk ditonton?



Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Post a Comment (0)

Lebih baru Lebih lama




Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.