Arti “Money is a Terrible Master but an Excellent Servant” dalam Video Lisa BLACKPINK

Arti “Money is a Terrible Master but an Excellent Servant” dalam Performance Video Lisa BLACKPINK

Dalam video special dance performance “MONEY” oleh Lisa BLACKPINK terlihat tulisan di pojok kiri, “money is a terrible master but an excellent servant” atau dalam Indonesia berarti, “uang adalah majikan yang buruk tapi pelayan yang luar biasa.” 

Berita dan update terpercaya seputar BLACKPINK, Jisoo, Jennie, Rosé dan Lisa, hanya ada di MOONHILL Indonesia. 

Kutipan yang sederhana, namun tegas dan berani. Tentu saja cocok untuk video special dance performance Lisa BLACKPINK. Jika kamu belum menonton, nikmati dulu videonya berikut ini;



Asal Kutipan “Money is a Terrible Master but an Excellent Servant”

Apa kamu pernah nonton film “The Greatest Showman”? Terlepas dari udah pernah atau belum menonton filmnya, kisah film “The Greatest Showman” diangkat dari kisah nyata seseorang bernama P.T. Barnum.


Phineas Taylor Barnum (5 Juli 1810 – 7 April 1891) atau P.T. Barnum adalah seorang pemain sandiwara, pengusaha, dan politikus Amerika, yang dikenang karena mempromosikan hoax viral dan mendirikan Barnum & Bailey Circus (1871–2017) bersama James Anthony Bailey.

Money is a terrible master but an excellent servant,” dikatakan oleh P.T. Barnum. Barnum bekerja sejak kecil dan punya mimpi jadi pengusaha sukses. Dia berhasil mencapai impiannya. Jadi, kalau kita mau tahu sifat uang, kita bisa simak apa kata Pak Barnum ini.


Ketika Manusia Jadi Hamba Uang, Uang Jadi Majikan yang Buruk

Uang bisa kejam di saat krisis dan uang bisa mengendalikan orang. Contoh paling nyata ketika uang jadi majikan dan manusia jadi hamba uang, bisa kita lihat di sekitar kita.


Misalnya, sifat materialistik, perilaku korupsi, kolusi, nepotisme dan jalur orang dalam, adalah tanda bahwa manusia telah menjadi hamba uang. Apa-apa diukur dengan uang, status dan jabatan. Kalau tidak punya uang, maka tidak ada kesempatan yang setara bagi kita.

Selain itu, mengandalkan uang untuk menyelesaikan masalah dengan cepat, seperti membungkam haters atau melakukan suap, juga tanda seseorang telah menjadi hamba uang.

Akibatnya, seseorang yang telah mengandalkan uang dengan cara itu, tidak memperbaiki diri, rasa aman palsu yang diberikan uang, malah membuatnya ingin melanjutkan kesalahan ke part 2 (mumpung ramai, mumpung viral).


Jika disimpulkan secara sederhana, Money is a Terrible Master atau Majikan yang Buruk, karena;

  • Menyebabkan obsesi mengumpulkan lebih banyak harta: Ketika uang menjadi satu-satunya fokus hidup kita, kita mungkin mengabaikan aspek penting kehidupan lainnya, seperti hubungan, kesehatan, dan pertumbuhan pribadi.

Dalam kasus paling parah, obsesi mengumpulkan uang atau harta lebih banyak bisa mendorong seseorang untuk melukai dan merugikan orang lain.

  • Menyebabkan keserakahan dan perilaku tidak etis: Dalam mengejar lebih banyak uang, beberapa individu mungkin menggunakan cara yang tidak etis atau bahkan ilegal, seperti penipuan atau eksploitasi orang lain.

Dalam kasus paling parah, seseorang yang serakah bisa melanggar hak orang lain, atau menghalalkan segala cara yang tidak sesuai dengan etika dan nilai integritas.

  • Menyebabkan stres dan kecemasan: Terus-menerus mengkhawatirkan uang, atau kekurangannya, dapat menyebabkan stres dan kecemasan, yang menyebabkan efek negatif pada kesehatan mental dan fisik kita.

Tidak bijak mengatur keuangan, dalam kasus paling parah menyebabkan seseorang terlilit hutang (kartu kredit atau paylater) dan merusah reputasi pribadinya.

  • Menimbulkan rasa aman atau nyaman yang palsu: Meskipun uang dapat memberikan tingkat keamanan dan kenyamanan tertentu, uang tidak dapat melindungi kita dari semua ketidakpastian hidup, seperti penyakit, kehilangan orang yang dicintai, atau bencana alam.

  • Menciptakan rasa hampa: Mengumpulkan kekayaan terkadang bisa menciptakan rasa hampa dan ketidakpuasan, karena tidak selalu membawa kebahagiaan atau kepuasan.

Supaya terhindar dari hal-hal buruk karena menjadi hamba uang, kita perlu memastikan agar kita tetap menjadikan uang sebagai pelayan.

Nah! Gimana caranya?


Cara Jadi Majikan Uang, Bukan Jadi Hamba Uang

Pastinya, uang adalah pelayan yang luar biasa! Dengan uang, kita bisa memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup, yaitu sandang, pangan, papan.

Maka, cara pertama untuk jadi majikan uang adalah belajar mengatur uang agar tidak diatur oleh uang. Gimana cara mengatur uang?

Ingatlah kata pepatah, “jangan sampai pasak lebih besar daripada tiang,” artinya, pengeluaran tidak boleh lebih banyak dari pendapatan.

Keseimbangan adalah koentji! Pisahkan kebutuhan dengan keinginan. Boleh sesekali kita menyisihkan uang untuk kesenangan, tapi sesuaikan dengan kemampuan, dan pastikan kebutuhan kita yang paling dasar sudah dipenuhi lebih dulu.

Selain itu, kita perlu memperbaiki hubungan yang sehat dengan uang. Mulai dari perbaiki pola pikir dan menyehatkan mental kita.

Uang hanya alat. Untuk menggunakan alat itu dengan baik, kita perlu jadi orang yang waras. Ibarat pisau, jika diberikan pada seorang koki, pisau bisa membantunya memasah hidangan lezat. Tetapi, kalau pisau itu diberikan pada seseorang yang pendendam… yang terjadi adalah sekuel film Scream jilid sekian.

Jika kita punya mental dan pola pikir yang sehat dengan uang, kita tidak akan mudah tergoda beli barang mahal (diluar kemampuan) demi mendapat pengakuan atau menutupi rasa insecure. 

Maka, bijaklah dalam menggunakan uang. Jangan sampai uang menjadi majikan dan akhirnya merugikan kita dan orang lain.

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama
Pengunjung situs blog ini diangap telah membaca dan setuju dengan disclaimer konten kami.

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.