Ibu dan bayinya bertahan dalam bencana alam perubahan iklim



Moonhill Indonesia (moonhill.id) - Akhir dari dunia, dimulai saat seorang wanita melahirkan anaknya, Zeb. Dalam film THE END WE START FROM, Jodie Comer berperan sebagai seorang wanita yang menjadi ibu dari seorang anak bernama Zeb. Kisahnya diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh Megan Hunter, dan filmnya disutradarai oleh Mahalia Belo.

THE END WE START FROM tak hanya dibintangi oleh Jodie Comer saja, tapi juga Benedict Cumberbatch dan Mark Strong. Jadi, film ini gak kekurangan talenta aktor bagus dan kualias aktingnya keren banget.

Jika kamu penggemar Jodie Comer yang terkenal karena penampilannya sebagai Villanelle dalam series KILLING EVE, maka kamu pun wajib menonton film ini, karena kamera tak meninggalkan tokoh yang dia perankan dari awal hingga akhir.


Secara sinematografi, film ini pun cukup poetic. Misalnya di bagian awal film ini, saat karakter yang diperankan Jodie hendak melahirkan (air ketubanya pecah), di saat bersamaan (paralel) air hujan yang mulai menjadi banjir memasuki rumahnya.

Soundtrack filmnya pun enak dan gak menonjol sendiri, alias complimentary dengan berjalannya alur cerita. Kurang lebih seperti mengingatkan kita pada soundtrack Hans Zimmer.

THE END WE START FROM memang punya referensi tipis-tipis tentang masalah perubahan iklim yang terjadi saat ini. Namun, hal tersebut memang tidak jadi sentral utama, melainkan latar dari kisah ini, seolah mengingatkan, "bagaimana jadinya jika suatu hari perubahan iklim benar-benar memiliki dampak pada kehidupan kita sehari-hari?"

Sayangnya, walau pun kualitas akting dalam film ini terbilang keren, sinematografi hingga soundrack juga menarik, overall film ini menurut pandanganku, sangat B-aja. Sepertinya, sebagai orang Indonesia yang sering melihat banjir yang lebih parah dan tidak manusiawi, saya sulit menemukan koneksi dengan tokoh, latar atau pun cerita ini in so many levels

Apakah film ini worth it untuk ditonton?


Tesalonika

I write, draw, and design things. I study Japanese literature, humanities and creative robotics. Learn more: tesalonika.com instagram email

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama
Pengunjung situs blog ini diangap telah membaca dan setuju dengan disclaimer konten kami.

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.