Apa benar Indonesia negara madesu? Analisa ini bikin kaget



Moonhill Indonesia (moonhill.id) - Menjadi pertanyaan dan kekhawatiran yang terus berulang, “apa benar Indonesia kita adalah negara madesu, alias masa depan suram?

Ini memang jadi pertanyaan yang gak bisa dijawab secara singkat. Kita juga perlu menelisik lebih jauh, apa yang dimaksud dengan masa depan suram? Bagaimana kita mengukur masa depan cerah? Dan lain sebagainya.

Pertanyaan ini memang tidak begitu lengkap, tetapi bisa saya pahami darimana pertanyaan ini berasal. Jadi, daripada menjawab pertanyaan tersebut seorang diri, lebih baik saya bahas apa saja faktor-faktor di seputaran itu saja. Kemudian kita bisa diskusi bersama, apakah benar Indonesia negara madesu?

Tetapi sebelum mulai, saya mau kita sepakati dulu disclaimer berikut ini:

Tulisan ini berdasarkan pengalaman dan pengamatan pribadi penulis. Pembaca diharapkan untuk melakukan riset tambahan untuk memperoleh perspektif yang lebih luas. Penulis tidak bertanggung jawab atas keputusan atau tindakan yang diambil berdasarkan informasi dalam tulisan ini. {alertError}

Jadi kalau ada yang protes di kolom komentar, ketauan ya siapa yang ongol-ongol dan males baca.


{tocify} $title={Table of Contents}

Banyak Koruptor di Semua Lapisan Sosial dan Pemerintahan

Korupsi masih jadi masalah paling besar di Indonesia. Bukan hanya koruptor di badan pemerintahan aja, tapi juga masyarakat Indonesia sendiri, banyak yang gak jujur dan korup banget.

Contoh aja salah satu kasus yang baru-baru ini viral, pegawai Alfamart yang tidak jujur, mencuri uang dari anak kecil. Untung saja bapak-bapak yang mem-videokan mencium kecurangan yang dilakukan oleh pegawai itu dan memviralkannya di media sosial. 

Sebelumnya juga viral seorang petugas kasir yang masih muda, berusia 19 tahun, di Tangerang, menggelapkan uang sejumlah 45 juta. 

Kelicikan dan kepicikan yang terlihat tak seberapa, tetapi mencerminkan tidak adanya integritas dalam diri seseorang.

Yang lebih memprihatinkan justru isi kolom komentar yang permisif, “lebih baik urusi korupsi di badan pemerintahan.” Padahal ini adalah kesalahan pikir yang bikin kita semua gubrak

Korupsi TIDAK BOLEH ADA, apalagi dijadikan kebiasaan di lapisan mana pun. {alertError}

Coba bayangkan, dalam keseharianmu, gak ada satu pun orang yang bisa dipercaya dan diandalkan, gimana perasaanmu?

Temenmu suka nipu, tetanggamu suka nyolong, figur-figur otoritas yang harusnya bisa melindungimu sama sekali gak bisa diandalkan. Apa gak stress tinggal di lingkungan seperti itu?

Pastinya kita akan merasa krisis kepercayaan atau trust issue ke sesama penghuni Indonesia. Jangka panjangnya, akan sulit sekali menyatukan semua orang saat kita tidak saling percaya. Padahal bersatu untuk memajukan negara itu langkah awal yang penting banget.

Orang lain, mengetahui kita tidak bisa dipercaya, sudah pasti males banget punya urusan sama kita. Ini juga salah satu alasan Apple males banget sama Indonesia. Gimmick doang bikin “Apple Developer Academy” padahal investasinya receh kalau dibanding investasi Apple di negara lain.


Masih Banyak Masalah Edukasi, Akhlak dan Karakter

Orang bodoh itu lebih berbahaya daripada orang jahat. Karena orang bodoh itu tidak hanya merugikan orang lain, tapi juga merugikan dirinya sendiri. Ini serem banget ya, mengingat masih banyak orang yang tak hanya bodoh, tapi juga sombong di negara kita. 

Udah bodoh, sombong pula. Contoh aja seseorang pegawai BUMN yang viral karena memberhentikan mobilnya ditengah jalan, lalu meludah karena di tegur. Jika tidak viral, sudah pasti tidak ada permintaan maaf dari pegawai BUMN yang bernama Arif Febrian itu. 

Sebaliknya, walau pun jelas-jelas melanggar peraturan lalu lintas, seorang YouTuber yang berusaha memberikan edukasi pengendara motor untuk tidak melawan arah, malah dikeroyok oleh para ojek online.

Ternyata gak semudah itu mengedukasi bangsa kita. Banyak orang yang memang memilih melanggar aturan dan permisif pada hal-hal yang merugikan banyak orang.

Untung aja gak sedikit dari orang-orang Indonesia yang mau berbagi pelajaran yang baik. Banyak sekali kreator konten yang mau mengajarkan cara mengelola keuangan, mengelola kesehatan jasmani dan mental, juga mengajarkan cara berpikir dan edukasi lainnya seperti Malaka Project dan kanal YouTube Pak Gita Wirjawan.

Ya, semoga aja mereka gak capek ya.


Berarti, Apa Benar Indonesia Negara Madesu?

Dua masalah besar di atas ya hanya dua masalah yang paling mayor dan banyak sekali contohnya. Ya, kalau kalian memperhatikan apa yang ditulis di atas, semestinya sadar kalau masa depan suram apa nggak suram itu ya tergantung sikap kita hari ini. 

Kita yang harus tentukan, mau Indonesia punya masa depan cerah atau enggak?

Selanjutnya, kita pun harus ambil sikap yang selaras dengan jawaban kita. Kalau kita mau jadi negara yang punya masa depan cerah, ya udah. Kita sendiri harus bersih, jangan permisif dengan korupsi di sekitar kita, jangan malas dan terus perbarui pikiran kita.

Tapi kalau kita memang gak mau punya masa depan yang cerah, tetap lanjutkan saja yang seperti ini. Tidak usah repot-repot berubah, berusaha, apalagi berbenah diri. Karena mau jadi negara maju atau orang sukses, itu susah… perlu usaha, dan gak ada yang instan.


Katia

It’s a pen name and an anagram. The author enjoys watching films, reading books, comics, and go for walks. In her daily life, she work as a storyteller. Been publishing novels since 2014. telegram twitter youtube share

Kamu bisa beri komentar sebagai Anonim, NAMA dan URL Medsos, atau akun Google. Tidak ada moderasi komentar di situs kami. Isi komentar pengguna di luar tanggunjawab Moonhill Indonesia.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama

Pengunjung situs blog ini diangap telah membaca dan setuju dengan disclaimer konten kami.

Mau terus update? Ikuti kami di Telegram, Whatsapp atau langganan surat kabar via email di bawah ini, GRATIS!!!



Jika blog ini bermanfaat, kamu bisa mendukung kreator menghasilkan lebih banyak konten bermanfaat dengan cara memberi donasi.